Voices

Sharp Point | Merancang Kenyamanan, Menjaga Kepercayaan

Sharp Point | Merancang Kenyamanan, Menjaga Kepercayaan

Saat ini, memilih sebuah shading system mungkin terasa semakin mudah. Pilihannya semakin banyak, teknologinya semakin beragam, dan hampir semua menawarkan janji yang serupa. Namun di balik keputusan tersebut, ada satu pertanyaan yang sering kali baru muncul setelah produk terpasang. Siapa yang akan tetap hadir ketika sistem membutuhkan perawatan, servis, atau penggantian komponen beberapa tahun kemudian?

Di tengah persaingan yang semakin ramai, Sharp Point memilih membangun kepercayaan dengan cara yang berbeda. Bagi mereka, kualitas sebuah proyek tidak berhenti pada produk atau proses instalasi, tetapi juga pada bagaimana pelanggan tetap mendapatkan dukungan setelah pekerjaan selesai. Pendekatan inilah yang terus dibangun, mulai dari konsultasi awal, survei lapangan, instalasi, hingga layanan purna jual.

Filosofi tersebut diterapkan dalam berbagai jenis proyek, dari hunian dengan bukaan carport berukuran besar, gedung perkantoran dengan fasad kaca, hingga area hospitality yang menuntut kenyamanan visual sepanjang hari. Setiap ruang memiliki tantangannya sendiri sehingga solusi yang diberikan pun tidak pernah disamaratakan.

Dalam perbincangan bersama RUAS, Wren Hernando selaku Quality Control Manager dari Sharp Point Blinds Indonesia, berbagi pandangan mengenai bagaimana pengalaman lapangan, ketelitian teknis, dan komitmen terhadap layanan menjadi fondasi yang membangun kepercayaan pelanggan selama bertahun-tahun.


RUAS:

Di tengah banyaknya pemain shading system di pasar, apa yang membedakan pendekatan servis Sharp Point, bukan sekadar dari sisi produk?

Wren Hernando [WH]:

Sharp Point tidak hanya menjual produk penutup jendela. Kami menawarkan pengalaman layanan yang menyeluruh, mulai dari konsultasi, survei lokasi, hingga instalasi. Tim teknisi kami telah terbiasa menangani berbagai kondisi bangunan, mulai dari rumah tinggal, apartemen, perkantoran, hotel, sampai proyek komersial berskala besar, dengan dukungan pabrik di enam kota besar, yakni di Jakarta, Surabaya, Semarang, Bali, Medan, dan Makassar.

Pengalaman tersebut membuat kami lebih peka terhadap detail-detail teknis yang sering kali luput dari perhitungan awal, seperti kondisi dinding, jenis rangka jendela, arah bukaan, hingga paparan sinar matahari yang akan mempengaruhi pemilihan material.

Setiap proyek memiliki karakteristik yang berbeda. Jam terbang yang panjang menjadi modal utama kami untuk memberikan rekomendasi yang tepat sehingga solusi yang diberikan tidak sekadar terpasang, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan ruang.

RUAS:

Sharp Point dikenal mengutamakan pendekatan after-sales. Seperti apa bentuk konkretnya? Apakah ada SOP, tim khusus, atau garansi tertentu? Mengapa Sharp Point memilih tetap hadir setelah proyek selesai, sementara banyak brand lain berhenti pada tahap instalasi saja?

WH:

Sekarang ini banyak brand baru masuk ke Indonesia dengan menawarkan harga yang sangat kompetitif. Namun karena masih baru, mereka belum memiliki rekam jejak yang jelas. Menurut saya, hal ini perlu menjadi pertimbangan serius bagi para pengambil keputusan, baik pemilik rumah, kontraktor, maupun arsitek.

Karena ketika membeli produk dengan harga yang lebih murah dari brand yang belum teruji, risikonya justru berada di pihak pembeli. Saat terjadi masalah, seperti motor yang rusak, komponen yang mengalami gangguan, atau kebutuhan akan spare part, pelanggan sering kali tidak tahu harus menghubungi siapa. Bahkan bukan tidak mungkin, beberapa tahun kemudian brand tersebut sudah tidak lagi beroperasi di Indonesia atau distributornya telah berganti fokus bisnis. Akibatnya, pelanggan kehilangan tempat untuk mendapatkan dukungan.

Sharp Point telah lama berkecimpung di industri ini sehingga komitmen terhadap layanan purna jual menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan kami. Mulai dari garansi produk, layanan servis, ketersediaan spare part, hingga kanal komunikasi yang jelas ketika pelanggan membutuhkan bantuan. Bagi kami, ini bukan sekadar janji pada saat penjualan, melainkan tanggung jawab yang terus kami pegang selama produk tersebut masih digunakan pelanggan.

Jadi, harga murah memang selalu menarik pada awalnya. Namun keputusan yang lebih bijak adalah melihat siapa yang berada di belakang produk tersebut. Apakah brand itu akan tetap hadir dan bertanggung jawab lima atau bahkan sepuluh tahun ke depan.


RUAS:

Sharp Point terlibat dalam berbagai jenis proyek, mulai dari gedung perkantoran hingga area hospitality. Bagaimana pendekatan servis, kompleksitas pekerjaan, dan penyesuaian tim berbeda pada masing-masing skala proyek?

WH:

Setiap proyek memiliki tantangan teknis yang berbeda. Karena itu, pendekatan kami juga tidak pernah disamaratakan.

Untuk aplikasi residensial, misalnya pemasangan Jipproll, sistem zip-track pada bukaan carport berukuran besar, tantangannya terletak pada bentang yang lebar tanpa sekat di tengah. Rel vertikal di sisi kiri dan kanan harus mampu menjaga kain tetap presisi meski menerima tekanan angin, tanpa memerlukan rangka tambahan yang dapat mengganggu tampilan ruang.

Ketika screen dibuka penuh, area carport dapat menyatu secara visual dengan halaman depan rumah. Sebaliknya, saat screen diturunkan, ruang tersebut berubah menjadi area yang lebih terlindungi dari debu, serangga, maupun tampias hujan. Perubahan fungsi ini harus tetap dicapai tanpa mengorbankan estetika bangunan.

Skalanya tentu berbeda ketika kami menangani proyek gedung perkantoran, seperti BSI Tower Jakarta. Pada proyek ini, kami memasang roller blind sunscreen pada bidang kaca berukuran besar yang menghadap taman di area void. Cahaya alami memang menjadi nilai tambah, tetapi jika tidak dikendalikan dapat menimbulkan silau dan panas berlebih.


Karena itu, kami menggunakan fabric sunscreen yang mampu meredam intensitas cahaya tanpa menghilangkan koneksi visual ke area luar. Setiap panel blind juga harus mengikuti modul mullion pada curtain wall agar proporsi visual fasad tetap terjaga ketika dilihat dari dalam bangunan.

Selain itu, tinggi lantai ke plafon yang cukup signifikan menuntut penggunaan sistem motorized roller blind dengan kapasitas tarik yang presisi. Semakin panjang kain yang digunakan, semakin besar pula risiko terjadinya sagging atau posisi kain yang tidak lurus apabila kualitas motor maupun sistemnya tidak memadai.

Sementara itu, pada proyek hospitality, seperti area teras kafe atau restoran, pendekatannya lebih berfokus pada kenyamanan visual dan termal. Screen biasanya dipasang secara vertikal di bawah kanopi atau atap yang sudah ada sehingga berfungsi sebagai pelindung tambahan terhadap sudut datang matahari sore, bukan sebagai pelindung utama dari hujan.

Pemilihan openness factor pada kain juga menjadi pertimbangan penting. Tujuannya adalah menahan radiasi panas matahari pada permukaan kain, sementara cahaya tetap dapat masuk secara diffuse sehingga area tetap terang secara alami tanpa menimbulkan silau yang mengganggu kenyamanan pengunjung.

Pada akhirnya, penyesuaian yang kami lakukan bukan hanya soal ukuran proyek. Yang lebih penting adalah memahami bagaimana sebuah ruang akan digunakan. Apakah prioritasnya privasi dan perlindungan terhadap cuaca seperti pada hunian, presisi struktural seperti pada gedung perkantoran, atau kenyamanan visual bagi pengguna seperti pada proyek hospitality.


RUAS:

Banyak proyek berskala besar lahir dari rekomendasi dan kepercayaan yang dibangun dalam jangka anjang. Bagaimana Sharp Point menjaga hubungan tersebut dengan arsitek, kontraktor, maupun pemilik bangunan?

WH:

Menurut saya, semuanya kembali pada kombinasi antara pengalaman lapangan dan rekam jejak yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Kepercayaan pelanggan tidak terbentuk hanya karena harga yang kompetitif atau kualitas produk saat pertama kali dipasang. Yang jauh lebih penting adalah keyakinan bahwa brand tersebut akan tetap hadir dan bertanggung jawab ketika pelanggan membutuhkannya di kemudian hari.

Komitmen itulah yang selalu kami jaga di Sharp Point. Ketika pelanggan merasa didukung, mereka akan kembali menggunakan layanan kami untuk proyek berikutnya. Bahkan, tidak sedikit yang kemudian merekomendasikan Sharp Point kepada rekan, kolega, atau klien mereka.

Bagi kami, kepercayaan bukan sesuatu yang diperoleh dalam satu proyek. Kepercayaan dibangun melalui konsistensi, dan dipertahankan melalui pelayanan yang terus hadir setelah pekerjaan selesai.




Other Voices

See All

Share your project on Ruas

Tell us your exciting project and get the chance to be featured on Ruas website and media

Connect With Us