Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta kembali menggelar agenda tahunan bergengsinya yaitu Jakarta Architecture Festival (JAF) 2026. Mengangkat tema besar “Ambang Ruang”, festival arsitektur ini dijadwalkan berlangsung selama sebelas hari, mulai tanggal 22 Oktober hingga 1 November 2026, berpusat di kawasan kreatif M Bloc Space dan Kota Peruri, Jakarta Selatan.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tema “Ambang Ruang” tahun ini dipilih untuk mengeksplorasi konsep ruang transisi di perkotaan. Ambang ruang dinilai bukan sekadar batas fisik, melainkan ruang negosiasi tempat bertemunya gagasan, manusia, ragam budaya, teknologi, dan inovasi yang bersama-sama membentuk wajah serta masa depan kota Jakarta.
Melalui festival ini, IAI Jakarta mengajak publik maupun para pelaku industri kreatif untuk melihat kembali bagaimana arsitektur dapat merespons perubahan zaman, memanusiakan manusia, serta menyambut keberagaman. Ruang-ruang kota akan dibahas tidak sekadar sebagai struktur kaku, tetapi sebagai tempat bertumbuhnya interaksi sosial yang hangat dan inklusif.
JAF 2026 akan menyuguhkan rangkaian program yang variatif dan edukatif. Salah satu daya tarik utama dari festival ini adalah pameran instalasi arsitektur di ruang publik yang tersebar di area M Bloc Space dan Kota Peruri. Instalasi-instalasi luar ruang ini dirancang oleh para arsitek muda terpilih dari anggota aktif IAI Jakarta yang berkolaborasi dengan berbagai mitra produsen material. Karya kolaboratif ini diharapkan tidak hanya menjadi estetika pameran sementara, melainkan bertransisi menjadi instalasi ruang publik berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi warga Jakarta.
Selain pameran instalasi fisik, JAF 2026 juga menghadirkan sesi diskusi publik dan talkshow interaktif dengan deretan pembakar semangat dan ahli di bidangnya, seperti Ar. Setiadi Sopandi, IAI dari Museum Arsitektur Indonesia, Dwinita Larasati selaku komite eksekutif Indonesia Creative City Network (ICCN), hingga akademisi Ar. Joko Adianto, IAI selaku Ketua RECEHPOL UI. Para pembicara tersebut akan mengupas tuntas keterkaitan arsitektur dengan rekam jejak sejarah, ekosistem kota kreatif, hingga strategi perancangan ruang kota Jakarta yang adaptif terhadap masa depan.
Bagi masyarakat umum, mahasiswa, komunitas urban, hingga para profesional, Jakarta Architecture Festival 2026 membuka pintu seluas-luasnya untuk bertemu, berdialog, dan mengeksplorasi cara pandang baru dalam membaca arsitektur perkotaan demi mewujudkan Jakarta yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan manusiawi.